Vertical Balancing Machine

Dalam industri yang menggunakan rotating machinery, ketidakseimbangan atau unbalance merupakan salah satu sumber getaran yang perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan vibration level, memberikan beban tambahan pada bearing dan komponen mesin, serta berpotensi mengganggu keandalan operasional. Salah satu metode untuk mengatasi masalah tersebut adalah balancing, yaitu proses mengidentifikasi dan mengoreksi ketidakseimbangan massa pada komponen yang berputar. Untuk kebutuhan in-situ balancing, ACOEM menghadirkan ACOEM Wireless Balancer, sebuah solusi wireless untuk melakukan single-plane maupun dual-plane balancing pada rotating machinery dengan rigid rotor. Sistem ini dirancang untuk membantu teknisi melakukan pengukuran dan koreksi balancing secara lebih fleksibel di lapangan.

Apa Itu Vertical Balancing?

Vertical balancing merupakan proses balancing dengan pengukuran getaran pada arah vertikal pada rotating machinery. Dalam praktik condition monitoring, pengukuran tidak selalu dilakukan hanya pada satu arah. Data horizontal, vertical, dan axial dapat memberikan informasi yang berbeda mengenai kondisi mesin. Pada ACOEM Wireless Balancer, pengukuran horizontal dan vertical dapat dilakukan secara sinkron menggunakan dua wireless triaxial vibration sensors. Sistem tersebut memungkinkan teknisi melihat data dari beberapa arah secara bersamaan selama proses balancing. Karena itu, istilah vertical balancing machine dalam konteks maintenance lapangan perlu dibedakan dari stationary balancing machine yang digunakan di workshop. ACOEM Wireless Balancer lebih ditujukan untuk precision in-situ balancing, sehingga balancing dapat dilakukan pada rotating machinery tanpa harus melepas rotor dan membawanya ke balancing machine khusus.

Mengapa Balancing Penting pada Rotating Machinery?

Ketidakseimbangan terjadi ketika distribusi massa pada rotor tidak merata terhadap sumbu rotasinya. Ketika rotor berputar, kondisi tersebut menghasilkan gaya sentrifugal yang dapat menyebabkan vibration pada operating speed. Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain:
  • Peningkatan vibration level.
  • Beban tambahan pada bearing.
  • Peningkatan mechanical stress.
  • Potensi penurunan umur komponen .
  • Noise yang lebih tinggi .
  • Risiko unplanned downtime.
  • Penurunan reliability rotating machinery.
Namun, perlu diperhatikan bahwa balancing terutama digunakan untuk mengurangi vibration yang berkaitan dengan rotor unbalance. Getaran yang disebabkan oleh misalignment, looseness, resonance, atau sumber gangguan lainnya membutuhkan diagnosis dan tindakan korektif yang berbeda. ACOEM sendiri menjelaskan bahwa balancing hanya dapat mengurangi komponen getaran yang berkaitan dengan running speed rotor, bukan seluruh sumber vibration.

ACOEM Wireless Balancer untuk In-Situ Balancing

ACOEM Wireless Balancer dikembangkan untuk membantu proses balancing rotating machinery secara wireless. Sistem ini menggunakan dua wireless accelerometers dan laser tachometer yang terhubung dengan perangkat pengolah data. Data vibration dan tachometer kemudian disinkronkan secara real-time untuk menentukan informasi amplitude dan phase yang diperlukan dalam proses balancing. Salah satu keunggulan pendekatan ini adalah teknisi tidak perlu bergantung pada kabel sensor yang panjang di sekitar rotating equipment. ACOEM menyebut sistem ini mampu melakukan pengukuran vibration menggunakan enam channel wireless serta mendukung single-plane dan dual-plane synchronous balancing.

Bagaimana Cara Kerja ACOEM Wireless Balancer?

Secara umum, proses balancing menggunakan ACOEM Wireless Balancer terdiri dari beberapa tahapan.

1. Persiapan Mesin

Sebelum melakukan balancing, kondisi mesin harus dipastikan aman untuk dilakukan pengukuran. Teknisi juga perlu memastikan bahwa sumber vibration yang dominan memang berkaitan dengan unbalance.

2. Pemasangan Wireless Sensor

Wireless accelerometers dipasang pada posisi pengukuran yang sesuai. Karena sensor yang digunakan bersifat triaxial, sistem dapat menangkap data vibration dari beberapa arah secara bersamaan.

3. Pengukuran RPM dan Phase

Laser tachometer digunakan untuk membaca rotational speed serta referensi phase dari rotor. Informasi amplitude dan phase merupakan bagian penting dalam proses balancing karena digunakan untuk menentukan lokasi dan besarnya koreksi.

4. Initial Run

Mesin dijalankan untuk mendapatkan kondisi awal. Sistem kemudian mengolah data vibration dan phase untuk menentukan nilai unbalance.

5. Trial Weight

Pada proses balancing tertentu, teknisi dapat memasukkan trial weight untuk mengetahui respons rotor terhadap perubahan massa. ACOEM Wireless Balancer menyediakan smart balancing assistants yang dapat membantu memberikan rekomendasi trial weight dan proses koreksi.

6. Correction

Berdasarkan hasil perhitungan, sistem memberikan informasi mengenai correction weight yang diperlukan dan posisi pemasangannya. Pada balancing dua bidang, sistem juga dapat membantu melihat pengaruh koreksi terhadap masing-masing plane.

7. Verification

Setelah correction dilakukan, rotor kembali dijalankan untuk memastikan vibration telah turun dan hasil balancing memenuhi target yang ditentukan.

Single-Plane vs Dual-Plane Balancing

Pemilihan metode balancing bergantung pada karakteristik rotor.

Single-Plane Balancing

Single-plane balancing umumnya digunakan pada rotor yang karakteristiknya memungkinkan ketidakseimbangan dikoreksi pada satu bidang.

Dual-Plane Balancing

Pada rotor tertentu, diperlukan koreksi pada dua bidang. ACOEM Wireless Balancer mendukung dual-plane synchronous wireless balancing, sehingga teknisi dapat memperoleh informasi dari kedua plane secara bersamaan. Pemilihan antara single-plane dan dual-plane sebaiknya ditentukan berdasarkan geometri rotor, operating condition, serta hasil pengukuran vibration.

Vertical dan Horizontal Measurement dalam Balancing

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah vertical balancing tidak berarti mesin hanya melakukan pengukuran vertikal. Pada rotating machinery, vibration dapat diukur dalam beberapa arah, termasuk:
  • Horizontal
  • Vertical
  • Axial
ACOEM Wireless Balancer memungkinkan data horizontal dan vertical dari kedua sensor ditangkap secara synchronous. Pengguna juga dapat berpindah antara tampilan horizontal dan vertical untuk membantu proses balancing. Pendekatan multi-directional ini membantu teknisi memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai respons mesin selama proses balancing.

Keunggulan ACOEM Wireless Balancer

Wireless Measurement

Tidak adanya kabel sensor yang panjang memberikan fleksibilitas lebih tinggi ketika melakukan pekerjaan balancing di sekitar rotating machinery. ACOEM menyatakan bahwa sistem wireless ini juga membantu mengurangi risiko kabel tersangkut serta memungkinkan operator bekerja dari jarak yang lebih aman. Sistem dapat digunakan dari jarak hingga sekitar 20 meter dalam konfigurasi remote access yang disebutkan ACOEM.

6-Channel Wireless Vibration Testing

Sistem mendukung enam-channel wireless vibration testing dengan dua triaxial wireless sensors. Hal ini memungkinkan pengumpulan data dari beberapa arah secara bersamaan.

Dual-Plane Synchronous Balancing

ACOEM WBS™ memungkinkan sinkronisasi data vibration dan tachometer secara real-time untuk mendukung proses single-plane maupun dual-plane balancing.

GuideU™ Interface

ACOEM menggunakan GuideU™ 3D graphical interface untuk memberikan panduan visual selama proses balancing. Sistem ini dirancang untuk membantu mengurangi kesalahan pengguna ketika menentukan arah, posisi, dan correction weight.

Portable dan Compact

Seluruh balancing kit dirancang dalam konfigurasi yang compact dengan berat kurang dari 2 kg, sehingga dapat dibawa untuk pekerjaan maintenance di berbagai lokasi.

Terintegrasi dengan ACOEM Ecosystem

ACOEM Wireless Balancer merupakan bagian dari ACOEM Wireless Ecosystem yang menghubungkan balancing dengan berbagai aktivitas reliability lainnya seperti vibration diagnostics, shaft alignment, bearing health monitoring, dan lubrication guidance.

Aplikasi ACOEM Wireless Balancer

ACOEM Wireless Balancer dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rotating machinery maintenance, khususnya ketika balancing perlu dilakukan langsung di lokasi mesin. Beberapa contoh aplikasinya meliputi:
  • Electric motor
  • Fan dan blower
  • Pump
  • Centrifugal equipment
  • Rotor
  • Komponen rotating machinery lainnya
Penggunaan in-situ balancing dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk melepas dan memindahkan komponen ke workshop balancing, selama kondisi mesin dan metode balancing memungkinkan dilakukan secara langsung di lokasi.

Balancing sebagai Bagian dari Predictive Maintenance

Balancing sebaiknya tidak dipandang sebagai aktivitas yang berdiri sendiri. Dalam program predictive maintenance, hasil vibration measurement dapat digunakan untuk mengidentifikasi indikasi unbalance sebelum dilakukan tindakan korektif. Setelah balancing selesai, vibration measurement dapat kembali dilakukan untuk memverifikasi hasil koreksi. Pendekatan tersebut menciptakan siklus: Measure → Diagnose → Balance → Verify → Monitor ACOEM mengintegrasikan balancing dengan ekosistem reliability yang mencakup vibration diagnostics, alignment, bearing monitoring, dan berbagai aktivitas maintenance lainnya.

Mengapa Memilih ACOEM Wireless Balancer?

Untuk kebutuhan maintenance rotating machinery, fleksibilitas pengukuran menjadi salah satu faktor penting. ACOEM Wireless Balancer menggabungkan:
  • Wireless vibration measurement
  • Laser tachometer
  • Single-plane balancing
  • Dual-plane balancing
  • Synchronous measurement
  • GuideU ™ visual guidance
  • 3D machine visualization
  • Smart balancing assistance
  • Portable design
  • Integration dengan ACOEM ecosystem
Dengan pendekatan tersebut, proses balancing dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pengukuran awal hingga verification setelah correction.

Kesimpulan

Vertical balancing merupakan bagian penting dari proses pengukuran vibration pada rotating machinery, terutama ketika teknisi perlu mengevaluasi respons mesin dari arah vertikal sebagai bagian dari proses balancing. Untuk kebutuhan in-situ rotor balancing, ACOEM menghadirkan ACOEM Wireless Balancer, sebuah sistem wireless yang mendukung single-plane dan dual-plane balancing dengan kombinasi wireless vibration sensors dan laser tachometer. Dengan kemampuan synchronous measurement, multi-directional vibration measurement, GuideU™ visual guidance, serta integrasi dengan ACOEM Wireless Ecosystem, solusi ini dapat digunakan untuk membantu teknisi melakukan balancing secara lebih fleksibel di lapangan. Butuh solusi balancing untuk rotating machinery di fasilitas Anda? PT Putranata Adi Mandiri menyediakan solusi dari ACOEM untuk kebutuhan condition monitoring dan rotating machinery reliability. Hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan on site balancing, vibration measurement, dan predictive maintenance sesuai kondisi mesin Anda. PT Putranata Adi Mandiri — Condition Monitoring Solutions for Industrial Reliability. Notes :
  • SEO Title: Vertical Balancing Machine & In-Situ Balancing | ACOEM
  • Meta Description: Kenali vertical balancing, in-situ rotor balancing, dan ACOEM Wireless Balancer untuk single-plane dan dual-plane balancing rotating machinery.
  • URL Slug: /vertical-balancing-machine- acoem /
  • Focus Keyword: vertical balancing machine
  • Secondary: ACOEM Wireless Balancer , vertical balancing , in-situ balancing , rotor balancing , balancing machine , dynamic balancing